Rabu, 28 Oktober 2009

Indonesia Bersatu Jilid II

20 Oktober 2009 adalah hal penting dalam negeriku. Hari itu presiden yang baru dilantik dan diambil sumpahnya. Dua hari berikutnya adalah pelantikan menteri. LUCU, yang menjadi lucu adalah pemilihan menteri yang dilakukan presiden. Mungkin teman-teman ada yang senang menonton acara idol-idolan di tv kita -yang tidak mendidik itu^~^- nah, pemilihan menteri kita kali ini tidak jauh beda dengan acara idol-idolan itu.

Bak artis baru para calon menteri diharuskan mengikuti fit and proper test, uji kelayakan dan kepatutan menghiasi tv kita selama sehari penuh. Melambaikan tangan, tersenyum dan tidak lupa mengobral sedikit janji, hal itulah yang dilakukan ketika hendak, sedang, dan telah mengikuti uji di RSPAD Gatot Subroto. Dari total 34 menteri ini, hampir setengahnya adalah orang lama kepercayaan Presiden dan selebihnya adalah mereka yang berjasa mengantarkan SBY ke kedudukannya yang sekarang. Ada tim sukses, partai pendukung, sampai partai yang tadinya bersebrangan. Semua dirangkul untuk mengukuhkan kekuasaan. Untuk satu ini saya jadi berpikir terlalu jauh: jangan-jangan nanti UU mengenai batas maksimal seorang presiden terpilih kembali jadi berubah, bukan hal yang tidak mungkin kan??? dalam demokrasi kan yang menentukan hukum dan semua aturan adalah lembaga perwakilan rakyat, so,semua bisa diatur. Lembaga perwakilan itu kan manusia, namanya manusia ya tidak terlepas dari kepentingan.

Beberapa menteri pada Indonesia Bersatu I tetap dipertahankan, ada yang masih pada jabatan yang sama, ada juga yang bertukar posisi. Semua calon menteri yang diuji itu lolos semua menjadi menteri kecuali satu : Nila Anfasa Moeloek. Jadi, seyogianya tes itu seperti bahan penghibur saja. Malah yang ada jadinya menghabiskan anggaran yang tidak perlu sebenarnya. Kenapa saya bilang tidak perlu, karena toh para menteri itu ketika menjabat menteri akan mendapat kesehatan maksimal yang gratis pula. Atau sebenarnya uji-ujian ini sebagai kedok belaka untuk memasukan satu nama yang sangat kontroversial di departemen kesehatan. Entahlah, tapi fakta membuktikan lewat acara tes-tesan itu satu nama dengan halus tersingkirkan dan dengan mudah satu nama lain yang sangat tak terduga muncul. Coba jika tidak ada acara tes-tesan kemunculan Endang Rahayu Sedyaningsih (ERS) mungkin akan menarik massa ke jalanan mengingat track record ibu ERS. Atau tes-tesan ini hanya ajang formalitas mengukuhkan betapa kuatnya sang presiden?apapun alasannya yang pasti biaya yang dikeluarkan sangat banyak yang sebenarnya tidak perlu. Saya jadi ingat lima tahun yang lalu ketika SBY awal menjadi presiden iring-iringan mobilnya menimbuklkan kecelakaan dan sekarang awal menjadi presiden untuk kedua kalinya, SBY menghamburkan uang.

Beberapa menteri yang terlalu berani seperti dugaan tidak terpilih lagi. Siti Fadilah Supari (SFR) menteri kesehatan yang keras menentang keberadaan NAMRU 2 Amerika Serikat, akhirnya harus digantikan oleh orang yang pada masa kepemimpinannya pernah ia mutasi. Ya, ERS pernah dimutasi oleh SFR, karena ERS membawa virus yang sangat dilarang untuk dibawa ke luar negeri. Selain dari itu ERS dikenal sangat dekat dengan Amerika. ERS pun menyatakan akan melanjtkan hubungan kerja sama dengan Amerika. Tidak menutup kemungkinan NAMRU akan bangkit kembali apakah itu dengan namanya atau menggantinya. Selain SFR ada Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga) Adyaksa Dault yang seringkali mendukung acara-acara yang mungkin menurut pemerintah tidak baik, contohnya acara Kongres Mahasiswa Islam Indonesia 18 Oktober 2009 yang menyuarakan syariah Islam ditegakkan notabene didukung oleh kementrian pemuda dan olahraga. Padahal jika dilihat secara kinerja kedua menteri ini adalah yang paling berhasil.

Menteri-menteri Indonesia Bersatu jilid II hampir semuanya pendukung gaya macam kapitalisme. Di jajaran ekonomi duduk Hatta Rajasa yang tidak disangsikan lagi keliberalannya, keuangan ada Sri Mulyani yang pernah menjabat di IMF, Mari Elka Pangestu pada perdagangan, dan menteri-menteri lainnya. Beberapa memang ada menteri-menteri dari kalangan yang mengaku partai Islam tapi nyatanya mereka hanya ditempatkan SBY pada ring dua. Kenapa partai-partai ini capek-capek mendukung SBY dan menyuarakan untuk memilih partainya agar tidak liberal, eh, setelah dipilih merapat juga ke kubu liberal, bagaimana si?

Sekarang kita ke rakyat. Setelah para menteri ini dilantik dan mulai bekerja, akan berlaku apa pada rakyat? tidak mau pesimis tapi juga tidak memiliki harapan atas pemerintahan ini.

Kapankah ummat ini menemukan kedamaian dalam lindungan Islam? InsyaAllah tidak lama lagi. Janji Allah adalah pasti. Jangan takut saudaraku. Ingat, Konstantinopel pun jatuh ke tangan Muslim tidak langsung setelah haditsnya disampaikan tapi berabad-abad lamanya oleh seorang pemuda Al Fatih yang baru berusia 23 tahun. Jadi usia muda bukan menjadi penghambat untuk berjuang malah usia muda adalah waktunya kita berjuang, hidup adalah pilihan kawan. Saatnya kita memilih akan jadi pemain yang memperjuangkan syariah atau hanya duduk manis di barisan penonton, tentu pahalanya akan lain kawan di mata Allah. Islam akan kembali bangkit. ALLAHUAKBAR!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar